adm_gkicawang@yahoo.com

(021) 8197611

Tentang Kami

Dari tahun 1962 sampai awal 2013

GKI Cawang

Berbicara tentang GKI Cawang tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjalanan GKI. GKI Cawang merupakan bagian dari GKI Sinode Wilayah Jawa Barat. Pada tahun 1962 beberapa anggota GKI Bekasi Timur yang berdomisili di Cawang, merindukan suatu persekutuan di wilayahnya. Kerinduan itu diwujudkan dengan menyelenggarakan Sekolah Minggu (SM) di rumah salah satu anggota Jemaat. Tiga guru Sekolah Minggu pada waktu itu adalah Ibu Martha Sumantri (sekarang lebih dikenal dengan Ibu Mirka Tanunegoro), Bapak Ferry, serta Bapak Lukman. Pada 30 Januari 1964, dibuka Pos Perkabaran Injil (Pos PI) dari GKI Bekasi Timur di daerah Cawang, di rumah Bapak Setiadarman Basuki, di Jalan Cawang Baru Tengah yang berjarak dua rumah dari gereja sekarang. Perluasan Pekabaran Injil di daerah Cawang itu, sekaligus memudahkan Jemaat di sekitar Cawang beribadah. Menurut Talitakum edisi Lustrum V Nopember 1992, Jemaat mula-mula pada Pos PI sebanyak 20 orang, tahun berikutnya menjadi 35 orang dan tahun 1966 sudah menjadi 50 orang. Keinginan untuk memiliki sebuah gedung gereja semakin mendesak seiring dengan pertambahan jumlah Jemaat. Keinginan tersebut diwujudkan dengan mengirimkan surat kepada Gubernur DKI untuk meminta sebidang tanah kosong di daerah Cawang I, tetapi permintaan ditolak karena tanah yang dimaksud sudah diperuntukkan menjadi lapangan terbuka.

Kabar baik datang dari Pdt Jusuf Harun, yang menyampaikan kabar seorang dermawan bersedia menyerahkan tanahnya untuk dijadikan gereja. Melalui Pdt Jusuf Harun juga tanah tersebut diserahkan kepada Bapak S Basuki. Belakangan diketahui dermawan yang dimaksud dikenal sebagai Encim Surabaya. Bakal Jemaat GKI Cawang didewasakan menjadi Jemaat GKI Cawang pada tanggal 19 November 1967 di dalam Kebaktian Pendewasaan yang dilayani oleh Pdt IT Salim. Sejak saat itu perjalanan GKI Cawang sebagai sebuah Jemaat dewasa dimulai, sekalipun gedung gereja belum rampung dibangun. Peresmian Gedung Gereja baru dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 1967. Untuk pertama kalinya GKI Cawang memiliki Pengerja definitif, yaitu pada saat Ptk Suradji ditahbiskan menjadi Pendeta di GKI Cawang 10 Agustus 1971. Tambahan Pengerja menjadi kebutuhan seiring meningkatnya jumlah Jemaat dan simpatisan. Melalui tahapan orientasi dan perkenalan pada tanggal 24 April 1984 dilaksanakan penahbisan atas diri Ptk Dede S Mulyana menjadi Pendeta di GKI Cawang. Pdt Dede S Mulyana mengakhiri pelayanannya di GKI Cawang pada tanggal 12 Desember 1988 untuk melanjutkan pelayanannya di GKI Kavling Polri.

Pada 15 Maret 1991 Pdt Suradji meninggal dunia dan meninggalkan kesan mendalam bagi Jemaat. Kejadian itu menimbulkan kekosongan Pengerja. Pada saat itu terdapat dua calon Pendeta, yaitu Sdr. Iwan Santoso dan Ny. Maryam KTK Sutanto. Pada tanggal 28 Juli 1991 keduanya ditahbiskan menjadi Tua-Tua Khusus (sebutan pada waktu itu untuk Penatua Calon Pendeta) dan kemudian keduanya juga ditahbiskan menjadi pendeta di GKI Cawang. Pada Agustus 1994 Pdt Paul Suradji yang semula melayani di GKI Samanhudi memulai pelayanan di GKI Cawang demi memenuhi kebutuhan seorang Pendeta senior. Pdt Iwan Santoso mengakhiri pelayanannya di GKI Cawang pada tanggal 31 Agustus 1998 sesuai dengan keinginannya untuk melanjutkan pelayanan di GKI Guntur Klasis Bandung. Untuk menambah tenaga Pengerja, pada 19 Agustus 2002 Ptk Izack Sipasulta S.Th. ditahbiskan menjadi Pendeta di GKI Cawang setelah menjalani masa orientasi dan perkenalan. Pada bulan Juli tahun 2005 GKI Cawang melakukan Kebaktian Emeritasi atas diri Pdt Paul Suradji. Pdt Maryam KTK Soetanto mengakhiri pelayanannya di GKI Cawang pada tanggal 23 November 2007. Untuk keenam kalinya GKI Cawang menahbiskan Pnt. Andi Christianto ke dalam jabatan Pendeta pada tanggal 3 Maret 2008. Merujuk kepada keputusan Sidang Majelis Jemaat berdasarkan kebutuhan tenaga pendeta yang melayani, maka pada tanggal 2 Agustus 2010 GKI Cawang meneguhkan Pendeta Yanti Rusli ke dalam jabatan pendeta dengan basis pelayanan di Jemaat GKI Cawang. Sehingga jumlah pendeta yang melayani menjadi 3 orang dengan 1 pendeta emeritus dalam pelayanannya.

PENDETA KONSULEN DI GKI CAWANG
Dalam kegiatan bergereja, GKI Cawang beberapa kali mengalami kekosongan Pengerja sehingga mendapat pelayanan konsulensi dari beberapa pendeta, antara lain:
Pdt Eka Darmaputra (1967 – 1969)
Pdt Ben Maleachi (1969 – 1971)
Pdt Suatami Sutedja (1971)
Pdt Jefta Chandra (1992)

ANGGOTA JEMAAT
Perjalanan panjang sejak 1967 dengan 69 orang anggota jemaat, sampai sekarang sudah berjumlah 1.236 orang di bulan Maret 2013. Anak Sekolah Minggu pada tahun 1967 sejumlah 12 anak telah bertambah menjadi 206 orang anak di tahun 2013 ini. Belum terhitung anggota jemaat dan anak Sekolah Minggu yang dipindahkan keanggotaannya sewaktu proses pendewasaan beberapa bajem menjadi jemaat penuh.

POS PI DAN BAJEM
Dalam rangka pengembangan Jemaat, GKI Cawang telah melakukan pembukaan beberapa Pos Pekabaran Injil (Pos PI) di beberapa wilayah pelayanan. Pos PI ini yang kemudian menjadi Bakal Jemaat dan akhirnya didewasakan menjadi Jemaat Dewasa yang berdiri sendiri, yaitu :
GKI Melur – Tanjung Priok, didewasakan pada tanggal 31 Oktober 1979.
GKI Cipinang Elok, didewasakan pada tanggal 4 November 1981.
GKI Raya Hankam – Pondok Gede, didewasakan pada tanggal 9 November 1984.
GKI Cipinang Indah, didewasakan pada tanggal 20 September 1999.

PELAYANAN LAIN
GKI Cawang menjadi inisiator pelayanan Tabitha, sebagai wadah pelayanan pengurusan kematian, Pos Pelayanan Kesehatan di daerah Cipinang Bali, Pokja Dana Kasih bagi Jemaat yang kurang mampu, dan lain-lainnya. Kebutuhan jemaat untuk memiliki arah perjalanan disertai dengan latar belakang sejarahnya, menjadikan Panitia Renstra mengemban tugas untuk mempelajari, menyelidiki, menelaah keseluruhan aspek dalam membuat suatu rekomendasi bagi Majelis Jemaat agar arah perjalanan jemaat dapat sesuai dengan “kebutuhan” Jemaat.

TAHUN MILE STONE GKI CAWANG
1964 30 Januari, dibuka Pos PI Cawang
Rata – Rata pengunjung Pos PI Cawang
1964 20 orang
1965 35 orang
1966 50 orang”
1966 28 Sept 1966, Peletakan batu pertama Gedung Gereja Cawang (lama)
1967 19 Nov 1967, Pendewasaan Pos PI Cawang menjadi Jemaat GKI Cawang, oleh BP klasis Jakarta, dpp oleh Pdt. I. T. Salim.
1967 6 Des, Peresmian gedung gereja (lama) GKI Cawang, oleh Ketua Sinode GKI Jabar oleh Pdt.C. Suleeman.
1969 16 Nov, Peneguhan Tua-tua Suradji menjadi Tjapen Suradji (Tjapen = Tjalon Pendeta, istilah Penatua Calon Pendeta pada waktu itu).
1971 10 Agustus, Pentahbisan Tjapen Suradji menjadi Pendeta Suradji, sebagai pendeta yang pertama di GKI Cawang.
1973 Juli, GKI Cawang menjadi tuan rumah Persidangan Majelis Klasis Jakarta Timur (saat itu masih terhisab dalam Klasis Jakarta Timur, sebelum dibagi menjadi Klasis Jakarta Timur dan Jakarta Selatan). Suatu pengakuan dan penghargaan dapat bertindak sebagai tuan rumah Persidangan Majelis Klasis bagi Jemaat GKI Cawang.
1975 19 Desember, Peresmian Pemugaran Gedung Gereja (Lama).
1979 31 Oktober, Pendewasaan Bakal Jemaat (Bajem) Tanjung Priok menjadi GKI Tanjung Priok (kemudian disebut GKI Melur)
1981 4 November, Pendewasaan Bakal Jemaat (Bajem( Cipinang Elok menjadi GKI Cipinang Elok
1984 9 November, Pendewasaan Bakal Jemaat (Bajem) Pondok Gede disebut GKI Pondok Gede (kemudian menjadi GKI Raya Hankam)
1984 5 Desember, Pentahbisan Tua-tua Khusus Dede S. Mulyana mejadi Pendeta GKI dengan basis pelayanan di GKI Cawang. (pada saat ini istilah Tua-tua Khusus untuk calon pendeta telah dirubah menjadi Penatua, tanpa penyebutan kata ‘khusus’ )
1985 24 Maret, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja (baru) setelah TKK VIII BPK-Jabar (kemudian menjadi TKK VIII Penabur) bersedia pindah dari lokasi Jl. Cawang Baru Tengah 28.
1988 12 Desember, Pdt Dede S Mulyana mengakhiri pelayanannya di GKI Cawang, untuk melayani di GKI Kavling Polri.
1991 15 Maret, Meninggalnya Pdt Suradji dalam kecelakaan di jalan Tol Cikampek.
1991 28 Juli, Peneguhan Sdr. Iwan Santoso dan Ny. Maryam Sutanto sebagai Tua-tua Khusus, dan selanjutnya keduanya ditahbiskan sebagai pendeta GKI dengan basis pelayanan di GKI Cawang. (sebutan Penatua Calon Pendeta saat itu, pada saat ini istilah Tua-tua Khusus untuk calon pendeta telah dirubah menjadi Penatua, tanpa penyebutan kata khusus lagi )
1994 Agustus, Pentahbisan Pdt. Paul Suradji sebagai pendeta di GKI Cawang. Khusus (Penatua Calon Pendeta)
1998 31 Agustus, Pdt Iwan Santoso mengakhiri pelayanannya di GKI Cawang untuk melanjutkan pelayanannya di GKI Guntur Klasis Bandung.
1999 20 September, Pendewasaan Bakal Jemaat (Bajem) Cipinang Indah menjadi GKI Cipinang Indah.
2002 19 Agustus, Pentahbisan Penatua Izack Sipasulta menjadi pendeta GKI denagn basis pelayanan di GKI Cawang.
2005 Juli, Pentahbisan Pdt Paul Suradji menjadi pendeta emeritus.
2007 23 November, Pdt Maryam KTK Sutanto mengakhiri pelayanannya di GKI Cawang.
2008 3 Maret, Pentahbisan Penatua Andi Christianto sebagai pendeta GKI dengan basis pelayanan di Jemaat GKI Cwang
2010 2 Agustus, Peneguhan Pendeta Yanti Rusli sebagai pendeta GKI dengan basis pelayanan di Jemaat GKI Cawang.